Java 8 Tutorial - Belajar Java 8 Default Methods

Tags
Java 8 Tutorial Default Methods - Java 8 memperkenalkan konsep baru implementasi default method pada interface. Kemampuan ini ditambahkan untuk kompatibilitas sehingga interface yang lama dapat digunakan untuk memanfaatkan kemampuan lambda expression di Java 8. Misalnya, interface 'List' atau 'Collection' tidak memiliki deklarasi method 'forEach'. Dengan demikian, menambahkan method seperti itu hanya akan mematahkan implementasi Collection. Java 8 memperkenalkan default method sehingga interface List atau Collection dapat memiliki implementasi default untuk method forEach, dan java class yang mengimplementasikan interface ini tidak perlu menerapkan hal yang sama.

Java 8 Tutorial - Belajar Java 8 Default Methods

Baca Juga : Java 8 Tutorial - Belajar Java 8 Method Referance

Sintak

public interface Hikaru {
   default void print(){
      System.out.println("Saya Hikaru");
   }
}

Multiple Default

Dengan fungsi default dalam interface, ada kemungkinan class menerapkan dua interface dengan default method yang sama. Source code berikut menjelaskan bagaimana ambiguitas (sebuah class yang menerapkan 2 buah interface) ini dapat diatasi.

public interface Hikaru {
   default void print(){
      System.out.println("Saya Hikaru");
   }
}

public interface Pelajar {
   default void print(){
      System.out.println("Saya Seorang Pelajar");
   }
}

Solusi pertama adalah membuat method sendiri yang menggantikan implementasi default.

public class Job implements Hikaru, Pelajar {
   default void print(){
      System.out.println("Saya Hikaru Seorang Pelajar");
   }
}

Solusi kedua adalah memanggil default method dari interface yang ditentukan menggunakan super.

public class Job implements hikaru, pelajar {
   default void print(){
      Hikaru.super.print();
   }
}

Baca Juga : Java 8 Tutorial - Belajar Java 8 Functional Interface


Default Method Static

Mari kita lihat contoh penggunaan default method untuk lebih jelasnya.

public class Java8Tester {
   public static void main(String args[]){
      Hikaru hikaru = new Job();
      hikaru.print();
   }
}

interface Hikaru {
   default void print(){
      System.out.println("Saya Hikaru");
   }
}

interface Pelajar {
   default void print(){
      System.out.println("Saya Seorang Pelajar");
   }
}

class Job implements Hikaru, Pelajar {
   public void print(){
      Hikaru.super.print();
      Pelajar.super.print();
      System.out.println("Saya Memiliki Sebuah Mobil");
   }
}

Sekian tutorial java programming mengenai default method di java 8. Semoga bermanfaat dan silahkan tinggalkan komentar.

Copyrighted.com Registered & Protected 
IHKY-DDAG-WL10-OWHH

Java 8 Tutorial - Belajar Java 8 Functional Interfaces

Tags
Java 8 tutorial - Functional interface memiliki satu fungsi untuk ditunjukan. Misalnya, interface yang sebanding dengan method 'compareTo' tunggal digunakan untuk tujuan perbandingan. Java 8 telah mendefinisikan banyak functional interface untuk digunakan secara ekstensif dalam lambda expression. Berikut adalah daftar functional interface yang didefinisikan dalam package java.util.Function.

Java 8 Tutorial - Belajar Java 8 Functional Interfaces

Baca Juga : Java 8 Tutorial - Fitur Baru yang Ditambahkan ke Java 8

Contoh Functional Interface

Predicate <T> interface adalah functional interface dengan method test(Object) untuk mengembalikan nilai Boolean. Interface ini menandakan bahwa suatu objek diuji menjadi true atau false.

Untuk lebih jelasnya, tulis program berikut di editor kode dan verifikasi hasilnya.

import java.util.Arrays;
import java.util.List;
import java.util.function.Predicate;

/**
 *
 * @author Akira
 */
public class ContohJava8Functional {
    public static void main(String args[]){
      List<integer> list = Arrays.asList(1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9);
  
      System.out.println("Cetak Semua Angka");
      eval(list, n->true);
  
      System.out.println("Cetak Bilangan Genap");
      eval(list, n-> n%2 == 0 );
  
      System.out.println("Cetak Angka Lebih Dari 3:");
      eval(list, n-> n > 3 );
   }
 
   public static void eval(List<integer> list, Predicate<integer> predicate) {
      for(Integer n: list) {
         if(predicate.test(n)) {
            System.out.print(n+"\t");
         }
      }
      System.out.println("");
   }
}

Baca Juga : Java 8 Tutorial - Belajar Java 8 Method Referances

Hasil dari source code contoh functional interface diatas sebagai berikut :

Cetak Semua Angka
1 2 3 4 5 6 7 8 9 
Cetak Bilangan Genap
2 4 6 8 
Cetak Angka Lebih Dari 3:
4 5 6 7 8 9 

Sekian pembahasan java 8 tutorial mengenai penggunaan functional interfaces. Semoga bermanfaat dan silahkan tinggalkan komentar.

Copyrighted.com Registered & Protected 
HWPG-SHY1-VRXY-RHEP

Java 8 Tutorial - Belajar Java 8 Method References

Tags
Java 8 Tutorial  - Method references merupakan fitur baru yang ditambahkan ke java 8. Method references membantu menunjuk metode dengan nama mereka. Method references dijelaskan dengan menggunakan simbol " ::  " (double colon). Method references dapat digunakan untuk menunjukkan jenis methode berikut :
  • Methods statis
  • Instance methods
  • Constructors menggunakan oprator new (TreeSet::new)
Java 8 Tutorial - Belajar Java 8 Method References


Baca Juga : Java 8 Tutorial - Belajar Java 8 Lambda Expression

Contoh Method References

Untuk gambaran lebih jelas, silahkan lihat contoh method referansi.

import java.util.ArrayList;
import java.util.List;

/**
 *
 * @author Akira
 */
public class ContohMethodReferensi {
    public static void main(String args[]){
      List nama = new ArrayList();
  
      nama.add("Akira");
      nama.add("Kevin");
      nama.add("Nuy");
      nama.add("Khudrotul");
      nama.add("Natsuki");
  
      nama.forEach(System.out::println);
   }
}

Disini kita telah memiliki method System.out :: println sebagai method reference statis.

Hasil dari program diatas :
Akira
Kevin
Nuy
Khudrotul
Natsuki

Java program diatas menampilkan isi dari ArrayList, lihat perbandingannya jika kalian menggunakan java 7.

Perhatikan contoh java program berikut :

import java.util.ArrayList;
import java.util.List;

/**
 *
 * @author Akira
 */
public class ContohMethodJava7 {
    public static void main(String args[]){
      List nama = new ArrayList();
  
      nama.add("Akira");
      nama.add("Kevin");
      nama.add("Nuy");
      nama.add("Khudrotul");
      nama.add("Natsuki");
  
      for(int i = 0; i < nama.size(); i++){
          System.out.println(nama.get(i));
      }
   }
}

Dalam java 8 tutorial ini, kita telah menjajaki salah satu fitur Java 8. Method reference bisa membuat kode program java kalian lebih  mudah dibaca.

Ingatlah bahwa setiap kali Anda menggunakan lambda expression, tanyakan pada diri kalian apakah lambda expression memudahkan kalian. Jika demikian, sudah saatnya mengganti dengan method reference.

Sekian pembahasan java 8 tutorial mengenai penggunaan method references.  Semoga bermanfaat dan silahkan tinggalkan komentar.

Copyrighted.com Registered & Protected 
TAIE-YAQM-AGBI-ZCXU

Java 8 Tutorial - Belajar Java 8 Lambda Expression

Tags
Java 8 Tutorial - Lambda expression diperkenal di java 8 dan disebut-sebut sebagai fitur terbesar di java 8. Lambda expression memfasilitasi pemrograman fungsional, dan menyederhanakan pengembangan secara keseluruhan.

Java 8 Tutorial - Belajar Java 8 Lambda Expression


Berikut ini merupakan karakteristik dari lambda expression :
  • Optional type declaration - Tidak perlu mendeklarasikan tipe parameter. Kompilator bisa inferensi sama dari nilai parameter.
  • Optional parenthesis around parameter - Tidak perlu mendeklarasikan satu parameter dalam tanda kurung. Untuk beberapa parameter, diperlukan tanda kurung.
  • Optional curly braces - Tidak perlu menggunakan kurung kurawal dalam tubuh ekspresi jika tubuh berisi satu pernyataan.
  • Optional return keyword - Kompilator secara otomatis mengembalikan nilai jika body memiliki satu ekspresi untuk mengembalikan nilainya. Kurung kurawal diharuskan untuk menunjukkan bahwa ekspresi mengembalikan nilai.

Baca Juga : Java 8 Tutorial - Fitur Baru yang Ditambahkan ke Java 8

Contoh Penggunaan Lambda Expression


Contoh 1 Buatlah program java dengan nama java class ContohLambdaJava8

public class ContohLambdaJava8 {

    public static void main(String args[]){
      ContohLambdaJava8 obj = new ContohLambdaJava8();
  
      //dengan type declaration
      OperasiPerhitungan penjumlahan = (int a, int b) -> a + b;
  
      //tanpa type declaration
      OperasiPerhitungan pengurangan = (a, b) -> a - b;
  
      //dengan return statement dan dengan kurung kurawal
      OperasiPerhitungan perkalian = (int a, int b) -> { return a * b; };
  
      //tanpa return statement and tanpa kurung kurawal
      OperasiPerhitungan pembagian = (int a, int b) -> a / b;
  
      System.out.println("10 + 5 = " + obj.operate(10, 5, penjumlahan));
      System.out.println("10 - 5 = " + obj.operate(10, 5, pengurangan));
      System.out.println("10 x 5 = " + obj.operate(10, 5, perkalian));
      System.out.println("10 / 5 = " + obj.operate(10, 5, pembagian));
  
      //dengan parenthesis
      GreetingService greetService1 = message ->
      System.out.println("Hello " + message);
  
      //tanpa parenthesis
      GreetingService greetService2 = (message) ->
      System.out.println("Hello " + message);
  
      greetService1.sayMessage("Kitty");
      greetService2.sayMessage("Pikachu");
   }
 
   private interface OperasiPerhitungan {
      int operation(int a, int b);
   }
 
   private interface GreetingService {
      void sayMessage(String message);
   }
 
   private int operate(int a, int b, OperasiPerhitungan op){
      return op.operation(a, b);
   }

}

Contoh 2 Buatlah program java dengan nama java class TesterLambdaJava8

public class TesterLambdaJava8 {
   
   public static void main(String args[]){
      String msg = "Hello! ";
      GreetingService greetService1 = pesan -> 
      System.out.println(msg + pesan);
      greetService1.sayMessage("Kitty");
   }
 
   private interface GreetingService {
      public void sayMessage(String pesan);
   }

}

Berikut adalah poin penting yang harus diperhatikan dalam contoh lambda expression di atas.
  • Lambda expression digunakan terutama untuk mendefinisikan implementasi dari interface fungsional, yaitu interface dengan satu method saja. Pada contoh di atas, kita telah menggunakan berbagai jenis lambda exspression untuk menentukan method operation interface MathOperation. Kemudian kita telah mendefinisikan implementasi sayMessage dari interface GreetingService.
  • Lambda expression menghilangkan kebutuhan anonymous class dan memberikan kemudahan pemrograman fungsional namun memiliki powerfull yang dapat diandalkan ke java 8.

Cakupan Lambda Expression 

Dengan menggunakan lambda expression, kalian bisa merujuk ke variabel akhir atau variabel akhir yang efektif (yang ditugaskan hanya sekali). lambda expression melemparkan kesalahan kompilasi, jika sebuah variabel diberi nilai untuk kedua kalinya.

Sekian pembahasan tentang java 8 tutorial mengenai fitur lambda expression di java 8. Semoga bermanfaat dan silahkan tinggalkan komentar.

Copyrighted.com Registered & Protected 
B5TI-KQF0-JGWJ-9QBQ

Belajar Java Swing Menampilkan Waktu Secara Real Time

Bagaimana cara membuat dan menampilkan waktu secara real time di java swing? Pertanyaan tersebut sering saya dengar. Caranya tidak sulit seperti yang kalian bayangkan, pada pembelajar  java kali ini saya akan menjelaskan cara membuat waktu atau timer secara real time pada pemrograman java.

Berikut tampilan timer real time pada tutorial java swing kali ini :

Belajar Java Swing Menampilkan Waktu Secara Real Time

Pada tampilan diatas terlihat dibagian kanan bawah terdapat timer (tanggal dan waktu). Timer tersebut diambil dari time komputer kalian.


Pertama, buatlah 2(dua) buah class java dengan nama LabelTime dan ContohTime.

Class LabelTime untuk membuat JLabel yang akan saya gunakan untuk membuat timer secara real time.

Berikut ini souce code untuk LabelTime :

import java.awt.event.ActionEvent;
import java.awt.event.ActionListener;
import java.util.Date;
import java.text.SimpleDateFormat;
import javax.swing.Timer;
import javax.swing.JLabel;

/**
 *
 * @author Akira
 */
public class LabelTime extends JLabel implements ActionListener{
    
    private SimpleDateFormat format;
    private Timer timer;
    private Date date;
 
    public LabelTime() {
        timer = new Timer(1000, this);
        format = new SimpleDateFormat("dd MMMM yyyy, HH:m:ss");
        date = new Date();
        timer.start();
    }
 
    @Override
    public void actionPerformed(ActionEvent e) {
        date.setTime(System.currentTimeMillis());
        this.setText(format.format(date));
    }
    
}

Class ContohTime merupakan JFrame yang digunakan untuk menerapkan timer  JLabel dari class LabelTime.


Berikut ini source code ContohTime :

import java.awt.Font;
import javax.swing.JFrame;
import net.akira.swing.LabelTime;

/**
 *
 * @author Akira
 */
public class ContohTime extends JFrame{

    private LabelTime waktu;
    
    public ContohTime() {
        setSize(350, 300);
        setDefaultCloseOperation(EXIT_ON_CLOSE);
        setLocationRelativeTo(null);
        userInterface();
        setVisible(true);
    }
    
    private void userInterface(){
        waktu = new LabelTime();
        waktu.setFont(new Font("Arial", Font.BOLD, 14));
        waktu.setHorizontalAlignment(LabelTime.RIGHT);
        
        getContentPane().add(waktu, "South");
    }
    
    public static void main(String[] args){
        ContohTime obj = new ContohTime();
    }
}


Nb. Pada contoh diatas, saya menempatkan timer berada di bagian bawah (BorderLayout South). Kalian dapat mengubah letak dari timer tersebut.

Sekian tutorial pembelajaran java swing cara membuat dan menampilkan waktu secara real time. Semoga bermanfaat dan silahkan tinggalkan komentar.

Copyrighted.com Registered & Protected 
WNFC-Q2E1-UE1W-FTVN

Belajar Database PostgreSQL - Klausa WITH

Pada database tutorial PostgreSQL kali ini saya akan membahas mengenai klausa WITH. Klausa WITH menyediakan cara untuk menulis pernyataan tambahan untuk digunakan dalam query yang lebih besar. Ini membantu dalam query yang rumit dan besar menjadi bentuk yang lebih sederhana sehingga mudah dibaca. Pernyataan-pernyataan ini, yang sering disebut sebagai CTE (Common Table Expressions). Klausa WITH juga dapat diartikan sebagai mendefinisikan tabel sementara yang ada hanya untuk suatu query.

Belajar Klausa WITH di PostgreSQL


Klausa WITH menjadi CTE query, sangat berguna ketika subquery dijalankan beberapa kali. Hal ini sama-sama membantu di tempat tabel sementara. Klausa WITH harus didefinisikan terlebih dahulu sebelum digunakan dalam query.

Baca Juga : Contoh Penggunaan Join pada PostgreSQL

Sintak:
Sintaks dasar klausa WITH adalah sebagai berikut:

WITH
          name_for_summary_data AS(
                  SELECT Statement
           )
SELECT columns
FROM name_for_summary_data;

Catatan : name_for_summary_data adalah nama diberikan untuk klausa WITH.

Kalian dapat merubah atau memodifikasi data dengan statement(INSERT, UPDATE atau DELETE) di WITH. Penggunaan WITH memungkinkan kalian melakukan beberapa operasi berbeda dalam query yang sama.

Buatlah sebuah database, kemudian eksekusi query dibawah ini :
CREATE TABLE COMPANY(
                ID INT           PRIMARY KEY        NOT NULL,
                NAMA           TEXT                        NOT NULL,
                USIA              INT                          NOT NULL,
                ALAMAT       CHAR(50),
                GAJI              REAL
);

INSERT INTO COMPANY (ID, NAMA, USIA, ALAMAT, GAJI) VALUES (1, 'Dedi', 32, 'California', 20000.00 );

INSERT INTO COMPANY (ID, NAMA, USIA, ALAMAT, GAJI) VALUES (2, 'Akira', 28, 'Texas', 15000.00 );

INSERT INTO COMPANY (ID, NAMA, USIA, ALAMAT, GAJI) VALUES (3, 'Kevin', 23, 'Norway', 20000.00 );

INSERT INTO COMPANY (ID, NAMA, USIA, ALAMAT, GAJI) VALUES (4, 'Nuy', 25, 'Rich-Mond ', 65000.00 );

INSERT INTO COMPANY (ID, NAMA, USIA, ALAMAT, GAJI) VALUES (5, 'Ade', 24, 'Texas', 85000.00 );

INSERT INTO COMPANY (ID, NAMA, USIA, ALAMAT, GAJI) VALUES (6, 'Eris', 19, 'South-Hall', 45000.00 );

INSERT INTO COMPANY VALUES (7, 'Cui', 23, 'Houston', 10000.00 );

Query diatas berfungsi untuk membuat tabel COMPANY dan ditambahkan 7(tujuh) buah record.

Contoh Penggunaan Klausa WITH

WITH CTE AS(
            SELECT ID, NAMA, USIA, ALAMAT, GAJI
            FROM COMPANY)
SELECT * FROM CTE;

Query PostgreSQL diatas akan menghasilkan output berikut :

 id | nama  | usia|  alamat   | gaji
----+-------+-----+-----------+--------
  1 | Dedi  |  32 | California|  20000
  2 | Akira |  28 | Texas     |  15000
  3 | Kevin |  23 | Norway    |  20000
  4 | Nuy   |  25 | Rich-Mond |  65000
  5 | Ade   |  24 | Texas     |  85000
  6 | Eris  |  19 | South-Hall|  45000
  7 | Cui   |  23 | Houston   |  10000

Baca Juga : Contoh Penggunaan Order By pada PostgreSQL

Copyrighted.com Registered & Protected 
AJAW-5EQN-NQ3L-AORQ

Java 8 Tutorial - Fitur Baru Yang Ditambahkan ke java 8

Tags
JAVA 8 (jdk 1.8) adalah rilis utama pengembangan bahasa pemrograman java. Versi awalnya dirilis pada tanggal 18 Maret 2014. Dengan rilis Java 8, Java menyediakan dukungan untuk pemrograman fungsional, mesin JavaScript baru, API baru untuk manipulasi waktu tanggal, API streaming baru, dll.

Fitur Baru Yang Ditambahkan ke java 8

Fitur Java 8

Terdapat puluh fitur yang ditambahkan ke java 8, berikut fitur fitur yang paling signifikan :

  • Lambda expression - Menambahkan kemampuan pemrosesan fungsional ke Java.
  • Method references - Mengacu fungsi dengan memanggil secara langsung. Menggunakan fungsi sebagai parameter.
  • Default method - Interface memiliki implementasi metode default.
  • New tools - Alat dan utilitas kompiler baru ditambahkan seperti 'jdeps' untuk mengetahui dependensi.
  • Stream API - Stream API baru untuk memfasilitasi proses pipeline.
  • Date Time API - peningkatan pada date time API.
  • Optional - Penekanan pada praktik terbaik untuk menangani nilai null dengan benar.
  • Nashorn, JavaScript Engine - Mesin berbasis Java untuk mengeksekusi kode JavaScript.

Seiring dengan fitur baru ini, banyak peningkatan fitur dilakukan pada tingkat kompilator dan JVM.

Gaya Pemrograman

Java 8 diharapkan bisa mengubah cara programmer mengkode programnya. Untuk perbandingan singkat antara Java 7 dan Java 8, mari kita lihat program pengurutan yang ditulis dengan sintaks Java 7 dan Java 8.

Berikut ini contoh program perbandingan antara Java 7 dan Java 8 :

Contoh Program Java 7

import java.util.ArrayList;
import java.util.Collections;
import java.util.Comparator;
import java.util.List;

/**
 *
 * @author Akira
 */
public class ContohJava7 {
    public static void main(String[] args){
        List<String> name = new ArrayList<>();
        name.add("Eris");
        name.add("Natsuki");
        name.add("Kevin");
        name.add("Dedi Diantoro");
        name.add("Akira");
        
        ContohJava7 obj = new ContohJava7();
        obj.sortingJava7(name);
        System.out.println(name);
    }
    
    private void sortingJava7(List<String> list){
        Collections.sort(list, new Comparator<String>() {
            @Override
            public int compare(String s1, String s2) {
                return s1.compareTo(s2);
            }
        });
    }
}

Output : [Akira, Dedi Diantoro, Eris, Kevin, Natsuki]

Contoh Program Java 8

import java.util.ArrayList;
import java.util.Collections;
import java.util.List;

/**
 *
 * @author Akira
 */
public class ContohJava8 {
    public static void main(String[] args){
        List<String> name = new ArrayList<>();
        name.add("Natsuki");
        name.add("Dedi Diantoro");
        name.add("Kevin");
        name.add("Eris");
        name.add("Akira");
        
        ContohJava8 obj = new ContohJava8();
        obj.sortingJava8(name);
        System.out.println(name);
    }
    
    private void sortingJava8(List<String> list){
        Collections.sort(list, (s1, s2) -> s1.compareTo(s2));
    }
}

Output : [Akira, Dedi Diantoro, Eris, Kevin, Natsuki]

Disini method sortingJava8() menggunakan fungsi sort dengan Lambda expression sebagai parameter untuk mendapatkan kriteria pemilahan.

Copyrighted.com Registered & Protected 
QP5X-VCCF-SNJG-QGCH

Belajar Database PostgreSQL - Pengenalan PostgreSQL

Pengenalan Database PostgreSQL - Apa Itu PostgreSQL


PostgreSQL adalah, open source objek-relasional sistem database yang kuat. Lebih dari 15 tahun pengembangan aktif dan arsitektur yang telah terbukti mendapatkan reputasi yang kuat untuk keandalan, integritas data, dan kebenaran.

Apa itu PostgreSQL?

PostgreSQL (diucapkan sebagai post-gress-Q-L) adalah sebuah sistem manajemen database relasional open source (DBMS) yang dikembangkan oleh tim relawan di seluruh dunia. PostgreSQL tidak dikontrol oleh corporation atau badan swasta lainnya dan kode sumber tersedia secara gratis.

Sejarah PostgreSQL

PostgreSQL, awalnya disebut Postgres, dibuat di UCB oleh seorang profesor ilmu komputer bernama Michael Stonebraker. Stonebraker mulai Postgres pada tahun 1986 sebagai sebuah proyek ikutan pendahulunya, Ingres, kini dimiliki oleh Computer Associates.

1. 1977-1985: Sebuah proyek yang disebut INGRES dikembangkan.
  • Bukti-of-konsep untuk database relasional
  • Mendirikan perusahaan INGRES pada tahun 1980
  • Dibeli oleh Computer Associates pada tahun 1994

2. 1986-1994: POSTGRES
  • Pengembangan konsep dalam INGRES dengan fokus pada orientasi objek dan bahasa query Quel
  • Basis kode dari INGRES tidak digunakan sebagai dasar untuk POSTGRES
  • Dikomersialisasikan sebagai Illustra (dibeli oleh Informix, dibeli oleh IBM)

3. 1994-1995: Postgres95
  • Dukungan untuk SQL ditambahkan pada tahun 1994
  • Dirilis sebagai Postgres95 pada tahun 1995
  • Dirilis kembali sebagai PostgreSQL 6.0 pada tahun 1996
  • Pembentukan Tim PostgreSQL Global Development

Fitur Utama dari PostgreSQL

PostgreSQL berjalan pada semua sistem operasi utama, termasuk Linux, UNIX (AIX, BSD, HP-UX, SGI IRIX, Mac OS X, Solaris, Tru64), dan Windows. Mendukung teks, gambar, suara, dan video, dan termasuk interfaces pemrograman untuk C / C ++, Java, Perl, Python, Ruby, Tcl dan Open Database Connectivity (ODBC).

PostgreSQL mendukung sebagian besar dari standar SQL dan menawarkan banyak fitur-fitur modern termasuk yang berikut:
  • Query SQL yang kompleks
  • SQL Sub-select
  • Foregn keys
  • Trigger
  • Views
  • Transactions
  • Multiversion Concurrency Control (MVCC)
  • Streaming Replication (per 9.0)
  • Hot Standby(per 9.0)

Kalian dapat memeriksa dokumentasi resmi dari PostgreSQL untuk memahami fitur yang disebutkan di atas. PostgreSQL dapat diperluas oleh pengguna dalam banyak cara, misalnya dengan menambahkan baru:
  • tipe data
  • functions
  • operator
  • aggregat functions
  • metode indeks

Mendukung Prosedural Languages

PostgreSQL mendukung 4(empat) bahasa prosedural standar yang memungkinkan pengguna untuk menulis kode mereka sendiri dalam salah satu bahasa dan dapat dieksekusi oleh database server PostgreSQL. Bahasa-bahasa prosedural - PL / pgsql, PL / Tcl, PL / Perl dan PL / Python. Selain itu, non-standar bahasa prosedural lain seperti PL / PHP, PL / V8, PL / Ruby, PL / Java, dll, juga didukung.

Copyrighted.com Registered & Protected 
BJCR-APEG-WX7I-7QRT

Java Swing Tutorial - Cara Membuat JTextArea

Cara Membuat JTextArea di Java Swing - JTextArea merupakan komponen java swing yang digunakan untuk menampung data tipe String. Begitu juga dengan JTextField, tapi terdapat perbedaan antara JTextArea dan JTextField. Pada JTextArea dapat menampung data String yang panjang dan dapat terdiri dari beberapa baris. Karena pada pembuatan JTextField harus dimasukkan kedalam JScrollPane, sehingga JTextArea dapat menampung lebih dari 1(satu) baris String.

Baca Juga : Cara Membuat JRadioButton di Java Swing

Untuk contoh program java pembuatan JTextArea, saya akan membuat seperti tampilan dibawah ini :

contoh program java pembuatan JTextArea menggunakan Netbeans IDE


Berikut souce code untuk contoh program java diatas.

import java.awt.Dimension;
import java.awt.FlowLayout;
import java.awt.Font;
import javax.swing.JButton;
import javax.swing.JFrame;
import javax.swing.JLabel;
import javax.swing.JPanel;
import javax.swing.JScrollPane;
import javax.swing.JTextArea;
import javax.swing.JTextField;
/**
 *
 * @author Akira
 */
public class ContohJTextArea extends JFrame{

    private JTextField name, tmpt;
    private JScrollPane scroll;
    private JTextArea area;
    private JButton simpan, batal;
    
    public ContohJTextArea() {
        setSize(400, 300);
        setDefaultCloseOperation(EXIT_ON_CLOSE);
        setResizable(false);
        setLocationRelativeTo(null);
        userGUIInterface();
        setVisible(true);
    }
    
    private void userGUIInterface(){
        JLabel header = new JLabel("Contoh JTextArea");
        header.setFont(new Font("Lucida Calligraphy", 0, 19));
        header.setHorizontalAlignment(JLabel.CENTER);
        getContentPane().add(header, "North");
        
        JPanel panCenter = new JPanel();
        panCenter.setLayout(new FlowLayout(FlowLayout.LEFT, 5, 10));
        
        JLabel labelName = new JLabel("Nama");
        labelName.setPreferredSize(new Dimension(120, 30));
        panCenter.add(labelName);
        
        name = new JTextField();
        name.setPreferredSize(new Dimension(250, 30));
        panCenter.add(name);
        
        JLabel labelTmpt = new JLabel("Tempat Lahir");
        labelTmpt.setPreferredSize(new Dimension(120, 30));
        panCenter.add(labelTmpt);
        
        tmpt = new JTextField();
        tmpt.setPreferredSize(new Dimension(250, 30));
        panCenter.add(tmpt);
        
        JLabel labelAlamat = new JLabel("Alamat");
        labelAlamat.setPreferredSize(new Dimension(120, 90));
        labelAlamat.setVerticalAlignment(JLabel.CENTER);
        panCenter.add(labelAlamat);
        
        area = new JTextArea();
        
        scroll = new JScrollPane(area);
        scroll.setPreferredSize(new Dimension(250, 90));
        
        panCenter.add(scroll);
        
        getContentPane().add(panCenter);
        
        JPanel panButtom = new JPanel();
        panButtom.setLayout(new FlowLayout(FlowLayout.CENTER, 10, 10));
        
        simpan = new JButton("Simpan");
        panButtom.add(simpan);
        
        batal = new JButton("Batal");
        panButtom.add(batal);
        
        getContentPane().add(panButtom, "South");
    }
    
    public static void main(String[] args){
        ContohJTextArea obj = new ContohJTextArea();
    }
}

Baca Juga : Cara Membuat Filtering JTable di Java Swing

Catatan
Pada contoh program diatas fungsi aksi tombol belum saya tambahkan. Untuk menambahkan aksi pada tombol (JButton) silahkan kunjungi tutorial membuat form login di netbeans.

Sekian tutorial cara membuat JTextArea di java swing. Semoga bermanfaat dan silahkan tinggalkan komentar.
Copyrighted.com Registered & Protected 
IOFF-0RPM-HEKB-YJPH

Pengenalan JavaFX - Apa itu Library JavaFX

Tags
Pengenalan JavaFX

Apa itu JavaFX?

JavaFX adalah library Java yang digunakan untuk membangun Rich Internet Applications. Aplikasi yang dikembangkan menggunakan JavaFX dapat berjalan di berbagai perangkat seperti Komputer Desktop, Mobile Phones, TV, Tablet, dll

Untuk mengembangkan Aplikasi GUI menggunakan bahasa pemrograman Java, programmer mengandalkan perpustakaan seperti Advanced Windowing Toolkit dan Swings. Setelah munculnya JavaFX, programmer java sekarang dapat mengembangkan aplikasi GUI dengan konten yang banyak. Dengan menggunakan teknologi Java, aplikasi ini memiliki tingkat penetrasi browser 76%.

Perlu menggunakan JavaFX?

Untuk mengembangkan Aplikasi Client Side yang kaya dengan fitur, programmer menggunakan berbagai library untuk menambahkan fitur seperti Media, UI controls, Web, 2D dan 3D, dll. JavaFX mencakup semua fitur dalam satu library. Selain itu, para pengembang juga dapat mengakses fitur yang ada java library seperti Swings.

JavaFX menyediakan pengaturan grafis dan media API dan memanfaatkan Graphical Processing Unit modern melalui akselerasi perangkat keras grafis. JavaFX juga menyediakan interface yang dapat digunakan pengembang untuk menggabungkan animasi grafis dan UI controls.

Penggunaan JavaFX dengan teknologi berbasis JVM seperti Java, Groovy dan JRuby. Jika pengembang memilih untuk JavaFX, tidak ada kebutuhan untuk belajar teknologi tambahan, seperti pengetahuan sebelumnya dari salah satu teknologi yang disebutkan di atas akan cukup baik untuk mengembangkan RIA menggunakan JavaFX.

Fitur JavaFX

Berikut ini adalah beberapa fitur penting dari JavaFX

Ditulis di Java - The JavaFX perpustakaan ditulis di Java dan tersedia untuk bahasa yang dapat dijalankan pada JVM, yang meliputi - Java, Groovy dan JRuby. Ini aplikasi JavaFX juga platform independen.

FXML - JavaFX memiliki bahasa yang dikenal sebagai FXML, yang merupakan HTML seperti bahasa markup deklaratif. 

Scene Builder - JavaFX menyediakan aplikasi bernama Scene Builder. Pada mengintegrasikan aplikasi ini di IDE seperti Eclipse dan NetBeans, pengguna dapat mengakses drag dan drop antarmuka desain, yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi FXML (seperti swing Drag & Drop dan Aplikasi Dreamweaver).

Swing Interoperability - Dalam aplikasi JavaFX, Kalian dapat menanamkan konten swing menggunakan kelas swing Node. Demikian pula, Kalian dapat memperbarui aplikasi Swing yang ada dengan fitur JavaFX seperti konten web tertanam dan media yang kaya grafis.

Built-in UI Controls - JavaFX perpustakaan melayani kontrol UI menggunakan yang kita dapat mengembangkan aplikasi dengan fitur lengkap.

CSS Styling - JavaFX menyediakan CSS seperti styling. Dengan menggunakan ini, Kalian dapat meningkatkan desain aplikasi Kalian dengan pengetahuan sederhana CSS.

Canvas dan Printing API - JavaFX menyediakan kanvas, gaya modus langsung rendering API. Dalam packagejavafx.scene.canvas memegang satu set class untuk kanvas, menggunakan yang dapat kita tarik langsung dalam area scene JavaFX. JavaFX juga menyediakan calss untuk tujuan printing di package javafx.print.

Rich set of API's - JavaFX perpustakaan menyediakan kaya set API untuk mengembangkan aplikasi GUI, 2D dan 3D grafis, dll. Set API ini juga mencakup kemampuan dari platform Java. Oleh karena itu, menggunakan API ini, Kalian dapat mengakses fitur bahasa Java seperti Generik, Anotasi, Multithreading, dan Ekspresi Lambda. Java collections library ditingkatkan dan konsep seperti Lists dan Map yang termasuk di dalamnya. Menggunakan ini, pengguna dapat mengamati perubahan dalam data model.

Integrated Graphics library - JavaFX menyediakan class untuk grafis 2d dan 3d.

Graphics pipeline - JavaFX mendukung grafis didasarkan pada pipa grafis Hardware-accelerated dikenal sebagai Prism. Ketika digunakan dengan Kartu Grafis yang didukung atau GPU ia menawarkan grafis yang halus. Dalam kasus sistem tidak mendukung kartu grafis maka default prisma untuk perangkat lunak render stack.

Sejarah JavaFX

JavaFX pada awalnya dikembangkan oleh Chris Oliver, ketika dia bekerja untuk sebuah perusahaan bernama See Beyond Technology Corporation, yang kemudian diakuisisi oleh Sun Microsystems pada tahun 2005.

Poin-poin berikut memberikan informasi lebih lanjut tentang proyek ini

Awalnya proyek ini disebut sebagai F3 (Form Follows Functions) dan dikembangkan dengan maksud untuk menyediakan interface yang lebih kaya untuk mengembangkan Aplikasi GUI.

Sun Microsystems mengakuisisi perusahaan See luar pada Juni 2005, itu diadaptasi proyek F3 sebagai JavaFX.

Pada tahun 2007, JavaFX diumumkan secara resmi di Java One, sebuah dunia luas konferensi web yang diadakan setiap tahun.

Pada tahun 2008, Netbeans terintegrasi dengan JavaFX yang tersedia. Pada tahun yang sama, Java Standar Development Kit untuk JavaFX 1.0 dirilis.

Pada tahun 2009, Dirilis JavaFX 1.2 dan pada tahun yang sama Oracle Corporation mengakuisisi Sun Microsystems.

Pada tahun 2010, JavaFX 1.3 keluar dan pada tahun 2011 JavaFX 2.0 dirilis.

Versi terbaru, JavaFX8, dirilis sebagai bagian integral dari Java pada 18 Maret 2014

Copyrighted.com Registered & Protected 
8MQZ-RSZW-UCIL-9PH8

Cara Melakukan Swing Makeover JViewport

Cara Melakukan Swing Makeover JViewport - Pada tutorial program java kali ini saya akan memberikan contoh program bagaimana cara melakukan manipulasi pada JViewport agar terlihat transparan dan tampilan pada JTable terlebih bagus. Untuk background image silahkan cari di google karena saya tidak menyediakan image-nya pada artikel ini. Dan pada artikel ini juga saya tidak akan menjelaskan mengenai JTable, walaupun dalam artikel ini saya menggunakan komponen JTable sebagai contoh pendukung dari makeover JViewport. 

Silahkan Baca : Cara Membuat Tabel pada Java Swing

Berikut struktur project program java untuk contoh swing makeover JViewport :

Cara Melakukan Swing Makeover JViewport

Untuk source code dari class PanelImage silahkan kunjungi artikel mengenai cara menambahkan background image pada JPanel di java swing.

package net.akira.swing;

import java.awt.BorderLayout;
import java.awt.Color;
import java.awt.Font;
import javax.swing.JFrame;
import javax.swing.JLabel;
import javax.swing.JScrollPane;
import javax.swing.JTable;
import javax.swing.table.DefaultTableModel;
import net.akira.view.PanelImage;
/**
 *
 * @author Akira
 */
public class ContohJViewportMakeOver extends JFrame{
    
    private PanelImage pan;
    private DefaultTableModel model;
    private JTable tabel;
    private JScrollPane scroll;
    
    public ContohJViewportMakeOver(){
        setSize(500, 300);
        setDefaultCloseOperation(EXIT_ON_CLOSE);
        setLocationRelativeTo(null);
        userGUIInterface();
        setVisible(true);
    }
    
    private void userGUIInterface(){
        pan = new PanelImage("../images/aqua.jpg");
        pan.setLayout(new BorderLayout());
        
        JLabel header = new JLabel("Program Swing Makeover", JLabel.CENTER);
        header.setForeground(Color.white);
        header.setFont(new Font("Lucida Calligraphy", Font.BOLD, 19));
        header.setOpaque(false);
        pan.add(header, "North");
        
        model = new DefaultTableModel();
        model.setColumnIdentifiers(new Object[]{
            "Nama", "Tempat Tinggal", "Pekerjaan"
        });
        
        tabel = new JTable(model);
        tabel.setOpaque(false);
        
        model.addRow(new Object[]{"Akira", "Tangerang", "Programmer Java"});
        model.addRow(new Object[]{"Hikaru", "Cirebon", "Pelajar"});
        model.addRow(new Object[]{"Dedi Diantoro", "Indramayu", "Pelajar"});
        model.addRow(new Object[]{"Deva", "Cirebon", "Pengajar"});
        model.addRow(new Object[]{"Hasanah", "Cikampek", "Admin"});
        model.addRow(new Object[]{"Kevin", "Indramayu", "Pelajar"});
        
        scroll = new JScrollPane(tabel);
        scroll.setOpaque(false);
        scroll.getViewport().setOpaque(false);
        
        pan.add(scroll);
        
        getContentPane().add(pan);
    }
    
    public static void main(String[] args) {
        ContohJViewportMakeOver obj = new ContohJViewportMakeOver();
    }
}

Berikut tampilan GUI dari tutorial cara melakukan swing makeover JViewport.

Cara Melakukan Swing Makeover JViewport

Keterangan :
Agar JScrollPane di JTable terlihat transparan gunakan method setOpaque(false).

Baca Juga : Cara Merubah CellRenderer JTable pada Java Netbeans

Sekian tutorial program java mengenai cara melakukan swing makeover JViewport. Semoga bermanfaat dan silahkan tinggalkan komentar.

Copyrighted.com Registered & Protected 
BCXI-VJSK-JOBX-DGKI

Cara Manambahkan JComboBox ke dalam JTable Java Swing

Cara Manambahkan JComboBox didalam JTable di Java Swing - Jika pada tutorial sebelumnya saya membahas cara membuat JComboBox pada java swing, pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan pembuat JComboBox yang saya masukkan pada JTable secara lengkap beserta souce code dan hasil dari program java-nya.

Contoh tampilan yang akan dibahas pada tutorial program java dibawah ini :

Contoh program java untuk menambahkan JComboBox ke dalam JTable

Tampilan diatas akan berbeda dengan hasil dari source code dibawah ini, dikarenakan saya menggunakan synthetica look and feels. Saya sudah menjelaskan contoh penggunaan synthetica look and feels java netbeans.

Contoh program java untuk menambahkan JComboBox ke dalam JTable

import java.awt.Font;
import javax.swing.DefaultCellEditor;
import javax.swing.JComboBox;
import javax.swing.JFrame;
import javax.swing.JLabel;
import javax.swing.JScrollPane;
import javax.swing.JTable;
import javax.swing.table.DefaultTableModel;
/**
 *
 * @author Akira
 */
public class ContohJComboxInJTable extends JFrame{

    private JComboBox combo;
    private DefaultTableModel model;
    private JTable tabel;
    
    public ContohJComboxInJTable() {
        setSize(450, 250);
        setDefaultCloseOperation(EXIT_ON_CLOSE);
        setLocationRelativeTo(null);
        userInterfaceGUI();
        setVisible(true);
    }
    
    private void userInterfaceGUI(){
        JLabel judul = new JLabel("Contoh Program Java");
        judul.setFont(new Font("Lucida Calligraphy", 0, 19));
        judul.setHorizontalAlignment(JLabel.CENTER);
        getContentPane().add(judul, "North");
        
        combo = new JComboBox(new Object[]{
            "Program Java", "PHP", "Android", "Visual Basic"
        });
        
        model = new DefaultTableModel();
        model.setColumnIdentifiers(new Object[]{
            "Nama", "Alamat", "Bahasa Pemrograman"
        });
        
        tabel = new JTable(model);
        tabel.getColumnModel().getColumn(2).setCellEditor(new DefaultCellEditor(combo));
        
        model.addRow(new Object[]{
            "Akira", "Tangerang", "Program Java"
        });
        model.addRow(new Object[]{
            "Dedi Diantoro", "Indramayu", "Android"
        });
        model.addRow(new Object[]{
            "Akira", "Tangerang", "Visual Basic"
        });
        
        getContentPane().add(new JScrollPane(tabel));
    }
    
    public static void main(String[] args){
        ContohJComboxInJTable obj = new ContohJComboxInJTable();
    }
}

Untuk penjelasan mengenai pembuatan JTable silahkan kunjungi artikel yang membahas mengenai contoh pembuatan tabel di java swing. Disini saya akan menunjukan baris yang saya gunakan untuk menambahkan JComboBox ke dalam JTable. Perhatikan source code berikut :
tabel.getColumnModel().getColumn(2).setCellEditor(new DefaultCellEditor(combo));
Penjelasan dari baris program java diatas adalah saya menambahkan JComboBox pada kolom ke-2 (kolom  JTable dimulai dari index 0) ke dalam JTable.

Baca Juga : Cara Mengubah CellRenderer JTable pada Java Netbeans

Sekian tutorial program java tentang cara menambahkan JComboBox ke dalam JTable Java Swing. Semoga bermanfaat dan silahkan tinggalkan komentar.

Copyrighted.com Registered & Protected 
DYRF-IWFL-XHPD-IBOB

Perbedaan Percabangan IF dengan SWITCH di Pemrograman Java

Tags
Perbedaan Percabangan IF dengan switch di Pemrograman Java - Pada Artikel saya sebelumnya, saya telah menjelaskan mengenai apa itu percabangan IF dan apa itu percabangan switch. Dan sekarang saya akan membahas tentang perbedaan daari kedua percabangan tersebut. Bagi kalian yang belum tahu mengenai percabangan, silahkan kunjungi artikel saya yang membahas tentang percabangan di pemrograman java.

Perbedaan Percabangan IF dengan Switch

  • Penggunaan percabangan switch hanya dapat digunakan jika kondisinya berupa bilangan bulat atau berupa karakter/String. Sedangkan percabangan IF dapat menggunakan operasi <, <=, !=, >=, >.
  • Pada switch terdapat keyword break yang digunakan untuk mengakhiri statement.
  • Pada switch dapat digunakan jika hanya terdapat 1(satu) kondisi.
Contoh percabangan menggunakan operasi

import javax.swing.JOptionPane;
/**
 *
 * @author Akira
 */
public class ContohPercabanganIF {
    public static void main(String[] args){
        String input = JOptionPane.showInputDialog("Masukkan Bilangan");
        int bilangan = Integer.parseInt(input);
        String msg = "";
        
        if(bilangan < 0){
            msg = bilangan+" Bilangan Negatif";
        } else if(bilangan > 0){
            msg = bilangan+" Bilangan Positif";
        } else {
            msg = bilangan+" Bilangan Nol";
        }
        JOptionPane.showMessageDialog(null, msg);
    }
}

Output dari contoh diatas sebagai berikut :

Contoh percabangan menggunakan operasi

Contoh percabangan menggunakan operasi

Contoh percabangan memiliki 2(dua) kondisi

import javax.swing.JOptionPane;
/**
 *
 * @author Akira
 */
public class ContohPercabanganIF {
    public static void main(String[] args){
        String input = JOptionPane.showInputDialog("Masukkan Bilangan");
        int bilangan = Integer.parseInt(input);
        String msg = "";
        
        if(bilangan > 0 && bilangan%2 == 0){
            msg = bilangan+" Bilangan Genap";
        } else if(bilangan > 0){
            msg = bilangan+" Bilangan Ganjil";
        } else {
            msg = "Silahkan Masukkan Bilangan Positif";
        }
        JOptionPane.showMessageDialog(null, msg);
    }
}

Kedua contoh percabangan diatas (percabangan yang menggunakan operasi dan percabangan yang memiliki kondisi lebih dari 1) tidak bisa menggunakan switch case.

Setelah mengetahui perbedaan percabangan IF dengan switch maka kalian tahu kapan menggunakan IF? dan kapan menggunakan switch?

Kesimpulan
Berdasarkan dari perbedaan IF dengan switch yang telah saya jelaskan, percabangan IF dapat digunakan untuk melakukan pengecekan kondisi lebih dari 1 dan dapat menggunakan operasi yang tidak dapat dilakukan oleh percabangan switch. Jadi, dapat diasumsikan bahwa penggunaan percabangan IF lebih baik dari pada percabangan switch.

Sekian tutorial tentang perbedaan percabangan IF dengan switch. Semoga bermanfaat dan silahkan tinggalkan komentar.

Copyrighted.com Registered & Protected 
DEAS-QZAC-WDTQ-Z1L1

Belajar Java - Percabangan Switch Case di Pemrograman Java

Tags
Belajar Percabangan Switch Case di Pemrograman Java - Pada artikel saya sebelumnya saya telah membahas percabangan IF-ELSE di pemrograman java. Silahkan baca selengkapnya mengenai percabangan IF ELSE di pemrograman java. Percabangan switch Case digunakan untuk melakukan pengecekan suatu kondisi yang berupa bilangan bulat atau karakter/String dalam pemrogram java.

Contoh percabangan switch case menggunakan kondisi karakter/String

/**
 *
 * @author Akira
 */
public class ContohPercabanganSwitch1 {
    public static void main(String[] args){
        char nilai = 'A';
        System.out.println("Nilai : "+nilai);
        
        switch(nilai){
            case 'A' : 
                System.out.println("Istimewa");
             break;
            case 'B' : 
                System.out.println("Baik");
             break;
            case 'C' : 
                System.out.println("Cukup");
             break;
            case 'D' : 
                System.out.println("Kurang");
             break;
            case 'E' : 
                System.out.println("Kurang Sekali");
             break;
            default: 
                System.out.println("Nilai Tidak Valid");
            break;
        }
    }
}

Output dari contoh program percabangan switch case menggunakan kondisi String.

Contoh percabangan switch case menggunakan kondisi karakter/String

Contoh percabangan switch case menggunakan kondisi bilangan bulat

/**
 *
 * @author Akira
 */
public class ContohPercabanganSwitch2 {
    public static void main(String[] args){
        int bulan = 7;
        System.out.println("Bulan Ke-"+bulan);
        
        switch(bulan){
            case 1 : 
                System.out.println("Bulan januari");
             break;
            case 2 : 
                System.out.println("Bulan februari");
             break;
            case 3 : 
                System.out.println("Bulan maret");
             break;
            case 4 : 
                System.out.println("Bulan april");
             break;
            case 5 : 
                System.out.println("Bulan mei");
             break;
            case 6 : 
                System.out.println("Bulan juni");
             break;
            case 7 : 
                System.out.println("Bulan juli");
             break;
            case 8 : 
                System.out.println("Bulan agustus");
             break;
            case 9 : 
                System.out.println("Bulan september");
             break;
            case 10 : 
                System.out.println("Bulan oktober");
             break;
            case 11 : 
                System.out.println("Bulan november");
             break;
            case 12 : 
                System.out.println("Bulan desember");
             break;
            default: 
                System.out.println("Tidak Ditemukan Bulan Ke-"+bulan);
            break;
        }
    }
}

Output dari contoh program percabangan switch case menggunakan kondisi bilangan.

Contoh percabangan switch case menggunakan kondisi bilangan bulat

Contoh percabangan swicth case menggunakan inputan dari keyboard

Untuk mendapatkan inputan dari keyboard, saya menggunakan class Scanner. Bagi kalian yang ingin menggunakan metode lain, silahkan kunjungi 3 cara mendapatkan inputan dari keyboard di pemrograman java.

import java.util.Scanner;
/**
 *
 * @author Akira
 */
public class ContohPercabanganSwitch1 {
    public static void main(String[] args){
        Scanner input = new Scanner(System.in);
        System.out.print("Masukkan Nama Bulan : ");
        String bulan = input.nextLine();
        
        switch(bulan.toLowerCase()){
            case "januari" : 
                System.out.println("Bulan januari");
             break;
            case "februari" : 
                System.out.println("Bulan februari");
             break;
            case "maret" : 
                System.out.println("Bulan maret");
             break;
            case "april" : 
                System.out.println("Bulan april");
             break;
            case "mei" : 
                System.out.println("Bulan mei");
             break;
            case "juni" : 
                System.out.println("Bulan juni");
             break;
            case "juli" : 
                System.out.println("Bulan juli");
             break;
            case "agustus" : 
                System.out.println("Bulan agustus");
             break;
            case "september" : 
                System.out.println("Bulan september");
             break;
            case "oktober" : 
                System.out.println("Bulan oktober");
             break;
            case "november" : 
                System.out.println("Bulan november");
             break;
            case "desember" : 
                System.out.println("Bulan desember");
             break;
            default: 
                System.out.println("Tidak Ditemukan Nama Bulan : "+bulan);
            break;
        }
    }
}

Baca juga : Perbedaan Percabangan IF dengan Switch Case di Pemrograman Java

Output dari contoh program percabangan switch case diatas :

Contoh percabangan swicth case menggunakan inputan dari keyboard

Sekian tutorial percabangan switch case di pemrograman java. Semoga bermanfaat dan silahkan tinggalkan komentar.

Copyrighted.com Registered & Protected 
FE5F-NMFE-JZZD-Z9DT

Belajar Java - Percabangan IF ELSE di Pemrograman Java

Tags
Belajar Percabangan IF ELSE di Pemrograman Java - IF ELSE merupakan salah satu percabangan yang digunakan dalam bahasa pemrograman java  untuk melakukan pengecekan  suatu kondisi. Program akan melakukan eksekusi atau menjalankan statement yang berada dalam IF jika kondisi tersebut terpenuhi atau bernilai benar (true).

Ada beberapa 2(dua) jenis percabangan dalam bahasa pemrograman java, yaitu percabangan IF ELSE dan Switch Case. Untuk pembahasan percabangan Switch Case akan saya bahas pada artikel berikutnya.

Saya berikan contoh penggunaan percabangan IF, IF ELSE dan IF bersarang dalam pemrograman java. Pada contoh percabangan IF dan IF ELSE saya menggunakan class Scanner untuk mendapatkan  inputan dari keyboard.

Silahkan Kunjungi : 3 Cara Mendapatkan Inputan dari Keyboard di Java

Belajar Percabangan IF di Bahasa Pemrograman Java
Percabangan IF digunakan untuk melakukan pengecekan suatu kondisi dalam pemrograman java dan akan melakukan eksekusi statement jika penyataan tersebut bernilai benar atau true (kondisinya terpenuhi).

Contoh Syntax :

if(kondisi){
   statement;
}

Contoh program java percabangan IF

import java.util.Scanner;
/**
 *
 * @author Akira
 */
public class ContohPercabanganIF {
    public static void main(String[] args){
        Scanner input = new Scanner(System.in);
        System.out.print("Masukkan Nama : ");
        String name = input.nextLine();
        
        if(!name.equals("")){
            System.out.println("Nama : "+name);
        }
    }
}

Output dari program percabangan IF diatas :

Belajar Percabangan IF di Bahasa Pemrograman Java

Belajar Percabangan IF ELSE di Bahasa Pemrograman Java
Ada perbedaan antara percabangan IF dan percabangan IF ELSE, dalam percabangan IF ELSE jika kondisinya bernilai salah atau false (kondisinya tidak terpenuhi) maka program akan melakukan eksekusi statement yang berada pada ELSE.

Contoh Syntax :

if(kondisi){
   statement1;
} else {
   statement2;
}

Contoh program java percabangan IF ELSE

import java.util.Scanner;
/**
 *
 * @author Akira
 */
public class ContohPercabanganIF {
    public static void main(String[] args){
        Scanner input = new Scanner(System.in);
        System.out.print("Masukkan Nama : ");
        String name = input.nextLine();
        
        if(!name.trim().equals("")){
            System.out.println("Nama : "+name);
        } else {
            System.out.println("Nama Harus Diisi");
        }
    }
}

Program percabarang IF ELSE diatas memiliki 2 output yang berbeda. Jika kalian mengisi inputan maka outputnya seperti berikut :

Belajar Percabangan IF ELSE di Bahasa Pemrograman Java

Jika kalian tidak mengisi nama atau mengisinya dengan space dan langsung menekan enter, maka outputnya seperti ini :

Belajar Percabangan IF ELSE di Bahasa Pemrograman Java

Belajar Percabangan IF Bersarang di Bahasa Pemrograman Java
Percabangan IF bersarang merupakan gabungan dari beberapan IF ELSE dan digunakan pada saat membutuhan penggunaan IF yang lebih dari 1(satu).


Contoh Syntax :

if(kondisi1){
   statement1;
} else if(kondisi2){
   statement2;
} else {
   statement3;
}

Contoh program java percabangan IF bersarang

import java.util.Scanner;
/**
 *
 * @author Akira
 */
public class ContohPercabanganIF {
    public static void main(String[] args){
        Scanner input = new Scanner(System.in);
        System.out.print("Masukkan Bilangan : ");
        int angka = input.nextInt();
        
        if(angka > 0){
            System.out.println(angka+" Bilangan Positif");
        } else if(angka < 0){
            System.out.println(angka+" Bilangan Negatif");
        } else {
            System.out.println(angka+" Bilangan Nol");
        }
    }
}

Penjelasan : Program diatas akan melakukan pengecekan bilangan bedasarkan angka yang kalian masukkan. Jika angka lebih dari 0 maka angka tersebut merupakan bilangan positif, jika angka kurang dari 0 maka angka tersebut merupakan bilangan negatif, dan jika bukan kedua berarti angka tersebut adalah 0.

Berikut output yang dihasilkan jika kalian menginputkan -9 pada contoh program IF bersarang diatas.

Belajar Percabangan IF Bersarang di Bahasa Pemrograman Java

Jadi, penggunaan percabangan  IF ELSE di bahasa pemrograman java sangatlah penting. Baik itu untuk melakukan validasi pengguna saat login ataupun validasi form inputan agar mencegah terjadinya error.

Baca Juga : Perbedaan Percabangan IF dengan Switch Case di Pemrograman Java

Catatan : Belajar percabangan sampai kalian benar - benar paham, hingga kalian tahu kapan menggunakan IF, IF ELSE dan IF bersarang.

Sekian tutorial belajar percabangan IF ELSE di pemrograman java. Semoga bermanfaat dan silahkan tinggalkan komentar.

Copyrighted.com Registered & Protected 
COHH-3LH1-EXTI-HPEJ

Belajar Method di Pemrograman Java

Tags
Apa itu Method?
Method adalah suatu blok code yang digunakan untuk melakukan suatu operasi. Salah satu cara untuk mempermudah programmer dalam mengelompokan sebuah code atau statement(pernyataan) agar program kita terlihat lebih terstruktur dan efesien yaitu dengan method. Jadi, dengan menggunakan method kalian dapat menjalankan beberapa baris code atau statement sekaligus dengan memanggil method tersebut.

Kalian harus memahami cara melakukan deklarasi method dan memanggil method. Deklarasi method artinya kita membuat sebuah method (void atau non void). Memanggil method artinya melakukan eksekusi statement yang terdapat didalam method tersebut.

Baca Juga : 3 Cara Mendapatkan Input dari Keyboard pada Pemrograman Java

Berikut saya akan jelaskan bagaiman cara membuat dan memanggil method di pemrograman java.

package net.akira.basic;

/**
 *
 * @author Akira
 */
public class ContohMethodJava {
    
    private void cetakNama(){
        // ini method void tanpa parameter
        System.out.println("Nama : Akhira");
    }
    
    private void cetakAlamat(String alamat){
        // ini method void dengan parameter
        System.out.println("Alamat : "+alamat);
    }
    
    private String cetakJob(){
        // ini method non void tanpa parameter
        return "Programmer";
    }
    
    public static void main(String[] args){
        ContohMethodJava obj = new ContohMethodJava();
        
        obj.cetakNama();
        
        obj.cetakAlamat("Jakarta");
        
        System.out.println("Job : "+obj.cetakJob());
    }
}

Output dari program ContohMethodJava diatas seperti berikut :


Contoh Membuat Method di Pemrograman Java

Terdapat 2(dua) jenis method dalam pemrograman java, method void dan method non void. Method void adalah suatu method yang tidak mempunyai nilai pengembalian atau return, dan pada saat deklarasinya menggunakan keyword void. 
Contoh Method Void

Sedangkan method non void adalah suatu method yang mempunyai nilai pengembalian atau return, dan pada deklarasi menyertakan tipe variabel sebelum nama method dan diakhir statement didalam method tersebut  terdapat keyword return.
Contoh Method Non Void

Mungkin kalian bingung mengenai jenis method yang di pemrograman java ini. Pada artikel saya sebelumnya menjelaskan bahwa method terbagi 2(dua) jenis yaitu method setter dan getter. Kemudian sekarang saya menjelaskan lagi kalau method terbagi 2(dua) jenis itu method void dan method non void. Mana yang benar?

Sebenarnya masih ada 1(satu) lagi istilah yang digunakan untuk penamaan method tersebut, yaitu method mutator dan method aksesor. Gimana? Apa kalian tambah bingung.

Penjelasan seperti ini, method terbagi menjadi 2(dua) yaitu method yang mengembalikan suatu nilai atau value. Method ini dikenal dengan istilah method aksesor atau method getter atau method  non void. Kemudian ada method yang tidak mengembalikan nilai yang disebut sebagai method mutator atau method setter atau method void.

Catatan :
Penggunaan istilah method setter dan getter biasanya digunakan ketika pembuatan entity class yang variabel pada class tersebut memiliki modifier private, sehingga dibutuhkan suatu cara untuk melakukan pemberian dan mengambilan nilai pada variabel tersebut. Pada method setter biasanya memiliki parameter, dan tipe data pada parameter tersebut sama dengan tipe variabelnya. Sedangkan pada method getter tidak memiliki parameter dan hanya digunakan untuk pengambilan nilai varibel tersebut.
Sedangkan penggunaan selain untuk melakukan pemberian dan mengambil nilai pada class entity, yang digunakan adalah istilah method void dan non void.

Untuk penjelasan lebih jelas mengenai apa itu method setter dan getter? Beserta contoh program penggunaan method setter dan getter, silahkan kunjungi link dibawah ini.


Sekian tutorial belajar method di pemrograman java. Semoga bermanfaat dan silahkan tinggalkan komentar.

Copyrighted.com Registered & Protected 
L7JW-LLPW-GY3V-FHGE

3 Cara Mendapatkan Inputan dari Keyboard di Java

Tags
Pada tutorial java kali ini saya akan membahas cara mengambil value dari inputan keyboard pada java programming, banyak yang masih bingung bagaimana cara mendapatkan inputan keyboard di java. Pada kesempatan ini saya akan memberikan 3(tiga) buah cara agar inputan dapat masuk pada program java yang kalian buat.

Berikut 3 cara mendapatkan inputan dari keyboard di Java :

1. Cara Mendapatkan Inputan dari Keyboard Menggunakan BufferedReader

Pada class BufferedReader terdapat method readLine() yang berfungsi sebagai penerima inputan dari keyboard.

Baca Juga : Tipe Data dan Variabel pada Pemrograman Java

Contoh Penggunaan BufferedReader

import java.io.BufferedReader;
import java.io.IOException;
import java.io.InputStreamReader;
/**
 *
 * @author Akira
 */
public class ContohBufferedReader {
    public static void main(String[] args){
        try {
            InputStreamReader reader = new InputStreamReader(System.in);
            BufferedReader input = new BufferedReader(reader);
            System.out.print("Masukkan Nama Anda : ");
            String name = input.readLine();
            System.out.println("Nama Anda : "+name);
        } catch (IOException ex) {
            ex.getMessage();
        }
    }
}

Berikut Hasil output dari source code diatas.

Contoh Penggunaan BufferedReader

2. Cara Mendapatkan Inputan dari Keyboard Menggunakan Scanner

Penggunaan Scanner berbeda dengan BufferedReader dan JOptionPane yang hanya menghasilkan value dengan tipe String, value dari Scanner bersifat dinamis. Maksud dari dinamis disini ialah kita dapat menentukan tipe value yang dihasilkan oleh Scanner. Misalnya kalian ingin outputnya menghasilkan value dengan tipe double, maka kalian dapat menggunakan method nextDouble(). Jadi, penggunaan Scanner ini sangat memudahkan bagi kalian yang tidak mau melakukan konversi.

Berikut ini method-method yang terdapat pada Scanner : 

method-method yang terdapat pada Scanner

Contoh Penggunaan Scanner

import java.util.Scanner;
/**
 *
 * @author Akira
 */
public class ContohScanner {
    public static void main(String[] args){
        Scanner input = new Scanner(System.in);
        System.out.print("Masukkan Nama Anda : ");
        String name = input.nextLine();
        System.out.println("Nama Anda : "+name);
    }
}

Berikut Hasil output dari source code diatas.

Contoh Penggunaan Scanner

3. Cara Mendapatkan Inputan dari Keyboard Menggunakan JOptionPane

Pada class JOptionPane terdapat method showInputDialog(...) dan showMessageDialog(...). Method showInputDialog(...) berfungsi untuk menampilkan sebuah inputan berupan dialog yang akan menghasilkan value dengan tipe String, sedangkan method showMessageDialog(...) saya gunakan untuk menampilkan hasil inputan dari showInputDialog(...).

Baca Juga : Tutorial Cara Membuat JFrame di Java Netbeans

Contoh Penggunaan JOptionPane

import javax.swing.JOptionPane;
/**
 *
 * @author Akira
 */
public class ContohJOptionPane {
    public static void main(String[] args){
        String name = JOptionPane.showInputDialog("Silahkan Masukkan Nama Anda");
        JOptionPane.showMessageDialog(null, "Nama Anda : "+name);
    }
}

Berikut ini merupakan tampilan dari penggunaan JOptionPane :

Contoh Penggunaan JOptionPane

Hasil dari inputan JOptionPane :

Hasil dari inputan JOptionPane

Perbedaan BufferedReader, Scanner dan JOptionPane

  • Untuk penggunaan BufferedReader dan JOptionPane ketika data yang diinputkan berupa tipe number digunakan untuk melakukan proses aritmatika (perhitungan) maka terlebih dahulu melakukan konversi. Karena tipe data yang dihasikan pada BufferedReader dan JOptionPane berupa String. Sedangkan untuk penggunaan Scanner, kalian dapat mendefinisikan tipe number pada saat deklarasi. Sehingga tidak perlu melakukan konversi terlebih dahulu.
  • Untuk penggunaan BufferedReader dan Scanner inputan berupa console, sedangkan JOptionPane berupa GUI sehingga memudahkan pengguna melakukan inputan.
Untuk saya pribadi, saya lebih senang menggunakan JOptionPane. Karena JOptionPane merupakan package javax.swing, walaupun dalam penggunaannya harus melakukan konversi saat melakukan operasi aritmatika namun itu tidak masalah buat saya.

Catatan : Jika kalian ingin belajar java swing, saya sarankan menggunakan JOptionPane untuk inputan.
Sekian tutorial cara mendapatkan inputan dari keyboard di java. Semoga bermanfaat dan silahkan tinggalkan komentar.

Copyrighted.com Registered & Protected 
WWV1-QY3N-96FB-U5BI

Cara Mudah Implementasi Pewarisan di Java

Tags
Cara Mudah Implementasi Pewarisan di Java - Pewarisan atau inheritance adalah mekanisme di mana suatu objek mengakuisisi semua sifat-sifat dan perilaku dari objek induk.

Dalam OOP kalian dapat membuat class baru (Sub class) dengan mewarisi sifat-sifat dari class yang sudah ada (Super class). Ketika kalian membuat class yang mewarisi dari class yang sudah ada, kalian dapat menggunakan kembali method dan variabel dari class induk, dan kalian juga dapat menambahkan method baru.

Namun apakah semua method dan variabel dari super class dapat diturunkan ke sub class? Tidak, method atau variabel dengan modifier private tidak dapat diwariskan ke sub class.

Baca Juga : Cara Membuat Constructor di Java

Contoh Pewarisan dalam Java

package net.akira.basic;

/**
 *
 * @author Akira
 */
public class Pegawai {
    double gaji = 5000000;
}
class Programmer extends Pegawai{
    double bonus = 20000000;
}
class TestPewarisan {
    public static void main(String[] args){
        Programmer obj = new Programmer();
        System.out.println("Gaji Programmer "+obj.gaji);
        System.out.println("Bonus Programmer "+obj.bonus);
    }
}

Nb. Untuk melakukan pewarisan gunakan keyword extends.

Jenis - Jenis Pewarisan dalam Java

Pada java terdapat 3(tiga) jenis pewarisan : Single, Multilevel dan Hierarchical.

Jenis _ Jenis Pewarisan dalam Java

Contoh Pewarisan Single

package net.akira.basic;

/**
 *
 * @author Akira
 */
public class A {
    public void cetak(){
        System.out.println("Pesan dari class A");
    }
}
class B extends A{
    public void msg(){
        System.out.println("Pesan dari class B");
    }
}
class TestPewarisan {
    public static void main(String[] args){
        B obj = new B();
        obj.cetak();
        obj.msg();
    }
}

Contoh Pewarisan Multilevel

package net.akira.basic;

/**
 *
 * @author Akira
 */
public class A {
    public void msgA(){
        System.out.println("Pesan dari class A");
    }
}
class B extends A{
    public void msgB(){
        System.out.println("Pesan dari class B");
    }
}
class C extends B{
    public void msgC(){
        System.out.println("Pesan dari class C");
    }
}
class TestPewarisan {
    public static void main(String[] args){
        C obj = new C();
        obj.msgA();
        obj.msgB();
        obj.msgC();
    }
}

Contoh Pewarisan Hierarchical

package net.akira.basic;

/**
 *
 * @author Akira
 */
public class A {
    public void msgA(){
        System.out.println("Pesan dari class A");
    }
}
class B extends A{
    public void msgB(){
        System.out.println("Pesan dari class B");
    }
}
class C extends A{
    public void msgC(){
        System.out.println("Pesan dari class C");
    }
}
class TestPewarisan {
    public static void main(String[] args){
        C obj = new C();
        obj.msgA();
        obj.msgC();
    }
}

Kenapa Multiple Inheritance Tidak Dapat Dilakukan di Java?

Untuk mengurangi kompleksitas dan menyederhanakan bahasa, multiple inheritance tidak didukung oleh java.

Misalnya kalian membuat 3 (tiga) class yaitu A, B dan C. class C merupakan turunan dari class A dan B. Jika class A dan B memiliki sebuah method yang sama dan kalian memanggil method tersebut di class C maka terjadi ambigu method dari class mana yang akan dipanggil oleh class C tersebut.

Sederhananya seperti ini, apakah mungkin seorang anak lahir dari 2 (dua) orang ibu? Tidak mungkin, yang  benar adalah seorang ibu dapat memiliki 2 (dua) orang anak.

Berikut souce code dari contoh multiple inherintance yang tidak dapat dilakukan di java.

package net.akira.basic;

/**
 *
 * @author Akira
 */
public class A {
    public void cetak(){
        System.out.println("Pesan dari class A");
    }
}
class B {
    public void cetak(){
        System.out.println("Pesan dari class B");
    }
}
class C extends A,B {
    public static void main(String[] args){
        C obj = new C();
        obj.cetak();
    }
}

Akan terdapat ERROR pada baris class C extends A,B { dan ini membuktikan bahwa java tidak dapat melakukan multiple inheritance.

Baca Juga : Cara Membuat Method Setter dan Getter

Sekian tutorial java mengenai implementasi pewarisan atau inheritance di java. Semoga bermanfaat dan silahkan tinggalkan komentar.

Copyrighted.com Registered & Protected 
XFP8-XA5X-GZ1P-TGTO